counter

Jumat, 13 Februari 2015

Usai Rafting, Petugas Lebih Fresh, Kinerja Semakin Yes

SLAWI-Rutinitas kerja yang selalu menuntut para petugas lapas untuk senantiasa fokus, konsentrasi penuh dalam melaksanakan tupoksinya yang cenderung monoton, bukan tidak mungkin akan berdampak terhadap timbulnya kejenuhan dan kualitas kinerja yang menurun. Bila hal ini tidak disikapi dengan baik, bisa jadi akan diikuti dengan melemahnya kualitas pengamanan dan pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan. Merespons hal tersebut, Lapas Slawi menggelar kegiatan outbond rafting bagi para petugasnya guna tetap mempertahankan kualitas kinerja dan pelayanannya. Outbond rafting tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu dan Senin (7-9/02/2015) di Sungai Rompang, Randudongkal, Pemalang. Penyelenggaraan dibagi dalam dua sesi dengan maksud agar seluruh petugas (54 orang) dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan outbond rafting ini merupakan salah satu agenda pembinaan pegawai yang diprogramkan oleh Sub Bagian Tata Usaha. Dipilihnya rafting karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih fisik dan mental para petugas. Dari segi fisik, rafting dapat melatih fleksibilatas tubuh, meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, serta meningkatkan kemampuan dan kapasitas jantung dan paru-paru. Secara psikis rekreasi yang dibalut dengan tantangan yang memacu adrenalin dapat menambah kualitas mental untuk semakin siap menghadapi segala situasi dan resiko pekerjaan. Kekompakan dan kerjasama tim juga mutlak diperlukan dalam rafting, yang diharapkan dapat berpengaruh terhadap semakin solidnya korps Lapas Slawi.



Kalapas Slawi, Yan Rusmanto, yang turut serta berpacu dengan derasnya arus Sungai Rompang, sangat excited terhadap kegiatan ini. "Luar biasa, fisik dan mental kita benar-benar diuji disini. Saya sangat mengapresiasi semangat para pegawai yang sangat maksimal, dan antusias mengikuti kegiatan ini. Semoga dari kegiatan rafting ini kita bisa petik hal-hal positif yang bermanfaat bagi organisasi" terang Yan Rusmanto.


Kasubbag TU, Ary Heryanto Putro, selaku inisiator sekaligus ketua penyelenggara dari kegiatan rafting ini mengaku puas terhadap berjalan baiknya rangkaian kegiatan. "Lancar dan aman, itu yang kita harapkan dan alhamdulillah tercapai. Tidak ada insiden yang fatal, hanya sedikit lecet dan memar itu wajar biar ada kenangan yang membekas. Semoga seusai ikut rafting ini semua petugas bisa lebih fresh dan kinerja semakin yes.


Kontributor : Eko Nugroho

Minggu, 11 Januari 2015

Kakanwil Jateng, Sidak di Lapas Slawi


SLAWI-Apel petugas Lapas Slawi pada Sabtu pagi (10/01/2015) terasa beda dan menjadi sangat istimewa karena Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Bapak Asminan Mirza Zulkarnain, hadir memimpin jalannya apel. Kunjungan Kakanwil yang tanpa pemberitahuan sebelumnya ini merupakan kunjungan pertama kalinya di Lapas Slawi semenjak beliau memimpin Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah kurang lebih 4 bulan belakangan. Selama kunjungan yang boleh disebut inspeksi mendadak ini, selain memimpin dan memberikan arahan kepada para petugas, Kakanwil juga menyempatkan diri untuk secara random mengunjungi beberapa kamar hunian para warga binaan dan diakhiri dengan menyampaikan himbauan kepada warga binaan melalui Lapas Media, radio internal yang meruapakan sarana hiburan dan informasi utama para warga binaan di Lapas Slawi.

Dalam "siarannya" di Lapas Media, Pak Mirza, demikian beliau akrab disapa, memperkenalkan diri sebagai seorang putera Pantura, dimana ibunya adalah asli Balapulang (sebuah kecamatan di Kabupaten Tegal) dan ayahnya asli Pemalang, serta menjalani masa kecilnya di Pekalongan sehingga beliau sudah akrab dengan Slawi dengan segala karakteristiknya. Kemudian beliau juga menyatakan kesediaannya untuk semaksimal mungkin membantu seluruh kepentingan di Lapas Slawi. "Program kegiatan di Lapas Slawi sudah ter-sistem dengan baik, baik bagi petugas maupun penghuni. Termasuk progam pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian, pelayanan dan lain sebagainya semua sudah tersusun dengan baik untuk itu saya menghimbau seluruh warga binaan dapat mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku di Lapas Slawi" jelas Pak Mirza. Pada kesempatan yang sama beliau juga berharap peran aktif dari warga binaan dalam rangka memunculkan inovasi-inovasi kreatif bagi Lapas Slawi, yang dalam hal ini dapat menyampaikan aspirasinya melalui mekanisme "wali blok" yang sudah berfungsi aktif. Kakanwil juga mempersilakan para warga binaan untuk memanfaatkan fasilitas sarana aduan yang ada, dengan catatan harus menyampaikan aduan yang proporsional tidak bersifat provokatif dan destruktif. Di penghujung siaran yang berdurasi sekitar 20 menit itu, Kakanwil menegaskan pentingnya komunikasi dengan petugas untuk solusi atas setiap permasalahan yang muncul di antara warga binaan.

Kunjungan singkat yang penuh makna. Sifatnya mendadak sehingga tidak ada persiapan seremonial bagi kunjungan Kakanwil kali ini. Namun dengan begitu, inilah wajah asli Lapas Slawi yang tanpa "make up" tapi tetap bisa sedap dipandang. Arahan dan petunjuk Kakanwil akan menjadi motivasi bagi Lapas Slawi untuk berbuat lebih baik lagi bagi organisasi, bagi Kementerian Hukum dan HAM, dan bagi Indonesia.


Kontributor : Eko Nugroho



Selasa, 06 Januari 2015

Menyambut Tahun Baru dengan "Happy Family Day" di Lapas Slawi

SLAWI-Momen akhir tahun bagi sebagian besar orang merupakan saat yang tepat untuk dijadikan sebagai momentum refleksi dan introspeksi diri. Dalam kondisi ini peran dan kehadiran orang-orang terdekat sangatlah penting, mengingat peran keluarga dan orang-orang terdekat sangatlah penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Selain itu momen akhir tahun juga biasa digunakan sebagai masa menyusun resolusi terbaik yang akan berusaha dicapai ke depannya. Demikian juga dengan warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan, adanya kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga di momen penghujung tahun guna refleksi, introspeksi, serta memberi motivasi sangatlah diperlukan. Berangkat dari pemikiran ini maka Lapas Slawi menyelenggarakan Happy Family Day (HFD) yang kedua pada tahun 2014 (HFD pertama dilaksanakan pada bulan April) pada hari Rabu, 31 Desember 2014. Acara digelar mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Happy Family Day merupakan sebuah acara dengan konsep kunjungan bagi warga binaan yang diintegrasikan dengan penampilan dari hasil program-program pembinaan yang ada di Lapas Slawi. Mengambil tempat di Aula DR Saharjo, Lapas Slawi, HFD dalam rangka menyongsong tahun baru ini menampilkan di antaranya seni karawitan yang dengan syahdu menghibur seluruh WBP yang ada dan menyambut kehadiran para pengunjung yang hadir. Selanjutnya musik marawis disajikan oleh para santri Ponpes At Taubah yang juga mendapatkan sambutan meriah dari yang hadir di aula Lapas Slawi. Parade band bentuk kreativitas bermusik WBP menjadi sajian selanjutnya yang mangajak para hadirin untuk bernyanyi dan bergembira bersama di penghujung 2014 ini. Di penghujung acara, seperti biasa, penampilan Opera Pan Jera selalu menjadi magnet tersendiri untuk menarik perhatian hadirin dengan guyonan-nya yang khas serta pesan-pesan moralnya yang inspiratif. Selain seni pertunjukan, HFD kali ini juga memamerkan hasil kerajinan tangan para WBP yang tentunya juga mengundang atensi para hadirin.

Kalapas Slawi, Yan Rusmanto, selaku penanggung jawab serta inisiator kegiatan ini berharap dengan adanya kegiatan ini maka interaksi dan ikatan batin antara para WBP dengan keluarga tetap terbangun dengan baik sehingga bermanfaat untuk menyusun masa depan yang lebih tertata. "Kita ingin memberikan momen yang berkualitas bagi WBP, sehingga masa-masa selama di Lembaga Pemasyarakatan ini benar-benar bermanfaat untuk membangun pribadi yang lebih baik ke depannya" sambung Yan Rusmanto. 

Tanggapan postif juga muncul baik dari warga binaan maupun para anggota keluarga yang hadir. Mayoritas warga binaan sepakat bahwasanya kegiatan seperti Happy Family Day ini sangat mereka perlukan dalam rangka tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga. Sedangkan dari pihak keluarga yang dimintai pendapatnya juga memberikan jawaban yang nyaris sama, mereka sangat menikmati dan memanfaatkan konsep kunjungan yang interaktif dan menghibur ini. "Bisa duduk dan ngobrol bersama dalam waktu yang relatif lama, itu yang istimewa menurut saya Pak" ungkap seorang Bapak yang mengunjungi putranya. "Makasih ya Pak, Opera-nya itu bagus kami seneng, terima kasih..." demikian disampaikan serombongan ibu-ibu yang mengunjungi kerabatnya dengan wajah berseri.

Selamat tahun baru 2015.


Kontributor : Eko Nugroho

Kamis, 18 Desember 2014

Ruang Kunjungan Efektif Dijadikan Media Informasi di Lapas Slawi

SLAWI-Sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang memuat hak-hak narapidana, "menerima kunjungan keluarga, penasehat hukum, dan orang tertentu lainnya" merupakan salah satu poin yang termasuk di dalamnya. Berkaitan dengan hal ini, keberadaan dan fungsi ruang kunjungan di lapas/rutan menjadi sangat vital. Lapas Slawi sebagai salah satu institusi yang menampung ratusan warga binaan, baik berasal dari dalam maupun luar daerah ini terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kunjungan, demi terciptanya kenyamanan kunjungan sekaligus terpenuhinya salah satu hak warga binaan.

Ruang kunjungan Lapas Slawi aktif difungsikan 5 hari dalam seminggu. Hari Senin dan Rabu diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin mengunjungi warga binaan yang masih berstatus tahanan, sedangkan bagi narapidana diberikan kesempatan kunjungan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kemudahan proses kunjungan dikedepankan dengan tetap menjalankan prosedur tetap yang ada. Prosedur itu meliputi antara lain, pemeriksaan kelengkapan dokumen dan penggeledahan badan dan barang bagi pengunjung, serta pembatasan waktu kunjungan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Melihat peran vital dari ruang kunjungan ini, Kalapas Slawi, Yan Rusmanto, berinisiatif untuk meningkatkan efektivitas ruang kunjungan di Lapas Slawi. Dari yang berupa tempat untuk berinteraksinya warga binaan dengan keluarga atau pengunjung lainnya, di-repackage menjadi sebuah tempat kunjungan yang sekaligus menjadi media informasi yang bermanfaat bagi pengunjung dan juga warga binaan. Seperti yang ada sekarang di ruang besukan Lapas Slawi terdapat sebuah banner besar yang menutup satu sisi ruangan yang memberikan informasi tentang Proses dan Mekanisme Pelayanan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi, yang dapat diakses kapan saja. "Pemasangan banner ini bertujuan agar masyarakat luas dapat mengetahui sekaligus memahami bagaimana mekanisme layanan Pemasyarakatan yang dijalankan di Lapas Slawi sesuai dengan prosedur yang berlaku" jelas Yan Rusmanto.

Dari banner informasi di ruang kunjungan Lapas Slawi, pengunjung dapat mengetahui mengenai dasar hukum dan persyaratan untuk mengurus Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), Pembebasan Bersyarat (PB) dan lain sebagainya. Selain banner informasi, di ruang kunjungan juga terpampang banner yang berisi akses layanan aduan baik internal Lapas Slawi, Kanwil Kemenkumham Jateng serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Lapas Slawi, kami melayani dengan hati, tanpa melakukan pungli.


Kontributor : Eko Nugroho